Kemenpar menetapkan 1 Agustus 2026 sebagai batas bagi akomodasi tak berizin sebelum dihapus dari OTA. Terlepas dari bagaimana penerapannya, satu hal sudah terbukti: kanal terbesar Anda bisa dicabut oleh keputusan yang tidak Anda ikut ambil.
Faktanya
Kami tulis apa adanya, dengan sumbernya, karena isu ini beredar dengan banyak versi yang tidak bisa diverifikasi.
Jumlah
1.600 akomodasi
Kemenpar menyatakan telah mendata dan memverifikasi sekitar 1.600 pelaku usaha tak berizin yang dipasarkan lewat OTA.
Batas waktu
1 Agustus 2026
Pemilik diberi waktu memproses izin. Yang tidak selesai sampai tanggal itu masuk daftar delisting.
Pemberitahuan
Mulai 2 Juni 2026
Kemenpar mengirim daftar lewat OTA, dan OTA diharapkan meneruskannya ke host satu bulan sebelum penghapusan.
Pendampingan
Pelatihan dan coaching
Selama masa tenggang, pemilik akomodasi diberi pelatihan dan coaching clinic untuk mengurus legalitas.
Yang tidak kami klaim
Kami tidak punya bukti berapa listing yang benar-benar sudah dihapus. Tenggat program ini pernah diperpanjang sebelumnya, dan angka-angka lain yang beredar soal delisting OTA tidak bisa kami verifikasi, jadi tidak kami kutip. Yang di atas adalah yang diumumkan resmi dan diberitakan media nasional.
Inti masalahnya
Delisting cuma satu cara listing hilang. Yang membuatnya penting bukan regulasinya, tapi apa yang ia buktikan soal kepemilikan kanal.
| Kanal | Siapa yang bisa mematikannya | |
|---|---|---|
| Website dan booking engine sendiri | Anda | Milik Anda |
| Database tamu dan email mereka | Anda | Milik Anda |
| Nomor WhatsApp bisnis | Anda | Milik Anda |
| Listing Airbnb | Airbnb, atau regulator | Dipinjam |
| Listing Booking.com | Booking.com, atau regulator | Dipinjam |
| Peringkat di hasil pencarian OTA | Algoritma OTA | Dipinjam |
Tidak ada yang menyarankan keluar dari OTA. OTA mendatangkan tamu yang tidak akan pernah menemukan Anda sendiri. Yang disarankan adalah berhenti menjadikannya satu-satunya pintu.
Bukan cuma regulasi
Regulasi
Yang sedang terjadi sekarang. Properti bisa beroperasi bertahun-tahun dengan tamu senang dan review bagus, lalu tetap masuk daftar karena satu dokumen.
Platform
Perubahan aturan pembatalan, standar foto, atau verifikasi identitas bisa membuat listing dinonaktifkan sampai Anda memenuhinya. Bandingnya lewat form, bukan lewat orang.
Algoritma
Listing tetap ada, cuma tidak lagi muncul. Efeknya sama dengan dihapus, tapi tidak ada notifikasi apa pun yang memberitahu Anda.
Yang bisa dikerjakan
Kami sebutkan ketiganya supaya urutannya jelas, bukan supaya terlihat mengerjakan semuanya.
Langkah 1
NIB dan izin usaha pariwisata diurus lewat OSS, dan Dinas Pariwisata daerah menyediakan pendampingan. Ini bukan pekerjaan kami dan kami tidak menagihnya. Kalau ada agency yang menawarkan mengurus izin sekaligus website, tanyakan siapa yang benar-benar mengurus perizinannya.
Langkah 2
Tamu yang pernah menginap adalah aset yang paling sering ditinggalkan. Kumpulkan nama, email, dan nomornya dari riwayat booking selagi akses ke akun OTA masih ada.
Langkah 3
Ini bagian kamiWebsite dengan booking engine, kalender yang tersambung ke channel yang masih aktif, dan pembayaran langsung ke rekening Anda. Ini yang kami kerjakan, dan ini satu-satunya kanal yang tidak bisa dimatikan pihak lain.
Kami tidak mengurus NIB, tidak mengurus izin usaha pariwisata, dan tidak punya jalur khusus ke instansi mana pun. Kalau yang Anda butuhkan itu, halaman ini sudah selesai gunanya dan sebaiknya Anda ke OSS atau Dinas Pariwisata daerah. Yang kami bangun adalah kanal booking yang tetap jalan apa pun keputusan platform.
Sebelum tanya
Kami balas dengan urutan yang masuk akal untuk kondisi Anda, termasuk kalau jawabannya belum perlu apa-apa dari kami.
Balas di jam kerja WITA. Konsultasi 30 menit, gratis, tanpa hard selling.