Ini bukan ajakan menutup Airbnb. Listing tetap jadi etalase, dan di sampingnya kami buka jalur langsung: website villa, iklan Meta yang mengisinya, dan Google Maps. Satu paket, satu tim, satu tagihan. Makin banyak tamu lewat jalur itu, makin kecil komisi yang Anda setor.
Versi Rp 15 juta setara satu bulan komisi pada contoh di atas. Bulanannya setengahnya.
Villa beromzet Rp 100 juta sebulan menyerahkan Rp 180 juta ke OTA setiap tahun, untuk pekerjaan yang berhenti tepat setelah tamu menekan tombol pesan.
Memakai komisi Airbnb 15%. Lewat Booking.com atau Agoda angkanya naik ke 18 sampai 20%. Ganti omzetnya dengan angka villa Anda, rasionya tidak berubah.
Bukan karena tamu senang membayar lebih mahal. Karena jalur langsung ke Anda tidak pernah dibuka.
Tamu yang sudah melihat villa Anda di Airbnb hampir selalu mencari namanya di Google sebelum memesan. Kalau yang muncul hanya listing OTA, mereka kembali ke sana dan komisinya jalan lagi.
Tarif per musim, kebijakan pembatalan, jarak ke pantai, kapasitas. Kalau empat hal itu tidak terjawab dalam satu layar, tamu memilih tempat yang menjawabnya, dan itu OTA.
Sebagian besar orang yang membuka halaman villa belum memesan hari itu juga. Tanpa iklan yang menemui mereka lagi, satu-satunya yang menemui mereka adalah email dari OTA.
Website tanpa trafik itu brosur. Iklan tanpa website itu bocor. Paket ini menutup keduanya sekaligus karena dikerjakan tim yang sama, bukan tiga vendor yang saling menunggu.
Bukan katalog. Halaman villa dengan tarif, foto, dan tombol WhatsApp yang selalu terlihat, disusun untuk membuat tamu menanyakan tanggal, bukan menjelajah.
Campaign diarahkan ke percakapan WhatsApp dan permintaan tanggal. Pixel dan Conversion API divalidasi lebih dulu, jadi optimasinya belajar dari booking, bukan dari klik.
Profil diklaim, dikategorikan, diisi foto dan pertanyaan. Tamu yang mengetik villa di area Anda menemukan Anda tanpa Anda membayar per klik.
Tidak ada saling tunjuk antara tukang website, tukang iklan, dan tukang SEO. Kalau angkanya turun, hanya ada satu pihak yang harus menjelaskan.
Sesi foto villa. Hasilnya dipakai website sekaligus materi iklannya.
Semua di bawah ini sudah masuk harga paket. Yang berada di luar itu kami sebutkan di awal, bukan setelah invoice keluar.
Sesi foto di villa Anda, lalu website mulai dirakit dari hasilnya. Dari sisi Anda cukup mengirim info kamar dan tarif.
Website live dengan tombol WhatsApp dan tracking terpasang. Google Business Profile diklaim dan dioptimasi di minggu yang sama.
Pixel dan Conversion API lolos test event dulu, baru campaign tayang. Tidak ada rupiah iklan keluar sebelum trackingnya terbukti benar.
Iklan disetel rutin, profil Maps diisi, laporan tiap dua minggu. Tiap kuartal kami hitung ulang berapa komisi yang sudah berhenti bocor.
Berapa booking yang masuk tergantung tarif, lokasi, dan musim, dan kami tidak akan berpura-pura bisa menjaminnya. Yang di bawah ini murni ada di tangan kami, jadi itulah yang kami tulis.
Ada dua cara masuk. Mana yang masuk akal tergantung apakah Anda ingin mencicil pekerjaannya atau menyelesaikannya sekaligus.
Sekali bayar untuk pemasangan, lalu Rp 7.500.000 per bulan untuk iklan dan perawatannya. Budget iklan dibayar langsung ke Meta dari kartu Anda, di luar angka ini.
Kirim omzet dan channel yang Anda pakai lewat WhatsApp. Dalam 20 menit Anda tahu angkanya, dan tahu apakah paket ini masuk akal untuk villa Anda. Kalau tidak masuk akal, kami bilang tidak.