Skip to main content
Booking Engine Hotel
Booking Engine Hotel

Resepsionis tidur.Websitenya jualan.

Kami bangun website hotel Anda dengan booking engine di dalamnya, sambungkan inventorinya ke OTA Anda, dan buka jalur pembayaran tamu domestik.

Ke mana omzet Anda pergiContoh hotel 40 kamar
Omzet lewat OTA per bulan
Rp 800.000.000
Komisi OTA rata-rata 18%
Rp 144.000.000
Kalau 1 dari 10 booking pindah langsung
Rp 14.400.000
Biaya pengelolaan bulanan kami
Rp 11.000.000
Selisih tiap bulan
Rp 3.400.000
Dan tahun berikutnya
Angkanya berulang

Aritmatika, bukan janji. Berapa banyak booking yang benar-benar berpindah ditentukan rate, foto, ulasan, dan musim. Angka di atas belum dikurangi biaya gateway dan langganan tool.

Kalau hotel Anda ramai lewat OTA

Komisi adalah persentase, jadi tagihannya justru membengkak di bulan-bulan terbaik Anda sementara biaya pengelolaan yang memindahkan sebagiannya adalah angka tetap.

Makin besar omzet OTA hotel Anda, makin lebar selisihnya. Itu satu-satunya alasan sistem ini dibayar.

Kenapa booking langsung tertahan

Tiga hal yang menahan tamu di OTA

Masalah hotel berbeda dari villa: jam kerja, tipe kamar, dan inventori yang diurus manual.

Jam kerja

Jalur langsung Anda tutup saat resepsionis pulang

Telepon dan WhatsApp adalah dua jalur langsung yang paling sering dipakai hotel, dan keduanya berhenti di luar shift. OTA tidak pernah tutup, jadi booking malam hari sering jatuh ke sana.

Inventori

Alotmen disamakan manual tiap pagi

Tipe kamar dikalikan enam platform berarti puluhan angka yang harus dicocokkan tiap hari. Satu telat update dan kamar terjual berlebih, atau kamar kosong yang sebenarnya masih bisa dijual ditahan karena takut.

Paritas harga

Anda menjual lebih murah di OTA daripada di website sendiri

Ini kebocoran yang paling sering tidak disadari. Tamu yang datang ke website Anda melihat harga lebih tinggi, lalu kembali memesan lewat OTA, dan Anda membayar komisi untuk tamu yang sudah berdiri di depan pintu.

Cara kerjanya

Empat pekerjaan, PMS Anda tetap dipakai

Kami tidak mengganti sistem operasional hotel. Kami pasang lapisan distribusinya, lalu menyambungkannya.

Periksa dulu PMS yang sekarang

Kalau PMS Anda punya koneksi dua arah ke STAAH, kami sambungkan dan PMS-nya tetap dipakai. Kalau tidak, integrasinya kami hitung dan tulis terpisah di proposal. Ini diperiksa sebelum satu pun akun dibuat.

Pasang STAAH di website hotel Anda

Booking engine dengan tipe kamar dan rate plan, di domain Anda sendiri. STAAH default kami karena situs dan kontaknya berbahasa Indonesia dan DOKU serta Xendit sudah tersambung langsung. Cloudbeds untuk hotel di atas 60 kamar.

Buka jalur pembayaran Indonesia

DOKU atau Xendit, tersambung ke STAAH. Metode bayar yang aktif untuk hotel Anda kami pastikan sebelum kontrak, dengan aturan deposit, no-show, dan pembatalan sesuai kebijakan hotel Anda.

Migrasi inventori, lalu sengaja dicoba dijual berlebih

Tipe kamar, rate plan, alotmen, dan reservasi berjalan dipindahkan, lalu di tanggal yang kami tutup untuk tamu selama uji, kami mencoba menjual kamar yang sama dari dua channel sekaligus untuk memastikan sistemnya menolak. Front office dan tim reservasi dilatih, SOP diserahkan.

Hotel yang sama, dua jalur pemesanan. Yang satu tutup jam sepuluh malam, yang satu tidak pernah.

Hotel yang sama, dua jalur pemesanan. Yang satu tutup jam sepuluh malam, yang satu tidak pernah.

Yang Anda terima

Website hotel, booking engine, dan channel manager

Semuanya atas nama hotel Anda. PMS yang sekarang tetap milik Anda dan tetap dipakai.

  • Website hotel 11 halaman plus halaman tiap tipe kamar, dengan booking engine di domain Anda sendiri
  • Channel manager sampai 6 channel sesuai paket: Booking.com, Agoda, Expedia, Traveloka, Tiket.com, Trip.com
  • Sambungan ke PMS yang sekarang Anda jalankan, kalau koneksinya memang stabil
  • Payment gateway DOKU atau Xendit, dengan deposit dan aturan no-show
  • Akun merchant atas nama hotel Anda, diuji dengan pembayaran sungguhan sebelum go-live
  • Migrasi tipe kamar, rate plan, dan alotmen per channel
  • Uji anti overbooking dari dua channel sekaligus, di tanggal yang ditutup untuk tamu
  • Audit rate parity di semua channel, plus laporan penyebabnya
  • Pelatihan front office dan SOP reservasi, plus WhatsApp 30 hari
Dari kontrak sampai live

Empat langkah, 21 hari kerja sejak bahan lengkap

  1. Hari 1-5

    Audit dan pilih tool

    Kami lihat jumlah kamar, tipe kamar, channel, dan PMS yang sekarang Anda pakai, lalu pilih antara STAAH dan Cloudbeds.

  2. Hari 6-13

    Pasang dan sambungkan

    Booking engine masuk ke website, channel manager tersambung ke tiap OTA, payment gateway diuji dengan transaksi asli.

  3. Hari 14-18

    Migrasi dan uji alotmen

    Tipe kamar, rate plan, alotmen, dan reservasi berjalan dipindahkan, lalu di tanggal yang kami tutup untuk tamu selama uji, inventori sengaja kami coba jual berlebih dari dua channel.

  4. Hari 19-21

    Serah terima

    Tim front office dan reservasi dilatih, SOP diserahkan, sistem go-live.

Jaminan, bukan janji

Yang kami tanggung, dan yang tidak

Kami tidak bisa menjanjikan okupansi Anda naik. Itu ditentukan rate, foto, ulasan, dan musim. Yang bisa kami jamin adalah bagian yang memang milik kami.

  • Kalau sistemnya tidak melakukan yang tertulis di sini, kami perbaiki tanpa biaya selama 60 hari setelah go-live. Kalau di hari ke-60 masih tidak jalan, termin 20% dikembalikan, dikurangi potongan keterlambatan kalau ada. Website yang dibangun sekalian mendapat garansi perbaikan bug 30 hari.
  • Overbooking akibat kesalahan sinkronisasi dari sisi kami, kami yang cari properti pengganti dan mengurus tamunya. Selisih harga penggantinya kami tanggung sampai satu malam per kamar, maksimal 3 kamar per kejadian. Cakupan ini berlaku 60 hari setelah go-live, lalu selama pengelolaan aktif; kalau Anda hanya berlangganan Jaga, yang berlaku cakupan Jaga.
  • Kami tidak menerima komisi dari STAAH maupun Cloudbeds, jadi rekomendasinya tidak dibayar siapa-siapa.
  • Akun channel manager, booking engine, dan seluruh datanya atas nama hotel Anda sejak hari pertama.
  • Langkah yang menekan risiko kamar terjual berlebih saat pindah: kondisi tiap OTA dicatat sebelum disambung, reservasi berjalan dicocokkan satu per satu, dan selama 14 hari pertama channel bisa dikembalikan ke pengaturan manual dalam 24 jam. Kalau tetap terjadi karena kami, pengganti setara kami carikan.
  • Kalau 60 hari setelah website tayang belum ada satu pun inquiry atau reservasi dari pencarian Google yang tercatat, kami kerjakan putaran SEO gratis satu per bulan sampai ada, maksimal 6 putaran. Posisi di Google tidak kami janjikan.
Harganya

Setup sekali, pengelolaan opsional

Tiga paket, dibedakan jumlah kamar dan kedalaman pengelolaan rate. Pengelolaan opsional, minimal 3 bulan.

Mulai dari
Rp 32.000.000

Setup untuk hotel 10 sampai 25 kamar di empat channel, website sudah termasuk. Biaya berjalannya: langganan STAAH ditagih vendor langsung ke kartu hotel Anda sesuai penawarannya, perpanjangan website Rp 5 juta per tahun, dan pengelolaan opsional mulai Rp 8.000.000 per bulan.

Sebelum Anda tanya

Lima hal yang paling sering ditanyakan

Tidak selalu. Kalau PMS Anda punya koneksi dua arah ke STAAH, kami sambungkan dan PMS-nya tetap dipakai. Kalau tidak, integrasinya kami hitung dan tulis terpisah di proposal. Ini yang kami periksa di hari 1 sampai 5.

Karena yang dijalankan berbeda. Beds24 kuat untuk properti kecil tanpa front office. Hotel punya shift resepsionis, housekeeping, tipe kamar bertingkat, dan sering F&B, dan itu bagian yang PMS Beds24 memang tidak dirancang untuk pegang. Memaksakan tool villa ke hotel menghemat langganan, tapi menukarnya dengan sistem operasional yang tidak ada.

Kalau kamarnya lewat sekitar 60, kalau Anda mengelola beberapa properti dalam satu grup, atau kalau Anda mau satu vendor memegang PMS, channel manager, dan booking engine sekaligus. Satu hal yang perlu diketahui: Xendit di Cloudbeds hanya jalan di booking engine versi hosted, dan Cloudbeds bisa menagih biaya implementasi terpisah yang angkanya kami tulis di proposal.

Bisa, dengan satu batas yang perlu Anda tahu di depan: QRIS dibatasi Rp 10 juta per transaksi dan butuh merchant ber-NPWP. Reservasi di atas angka itu lewat transfer, virtual account, atau kartu. Kartu kredit di Xendit 2,9% plus Rp 2.000, sedangkan DOKU mengutip tarifnya per merchant dan angkanya kami tulis di proposal.

Ambil paket Konek. Dan kalau omzet OTA hotel Anda masih di bawah sekitar Rp 445 juta per bulan, jujur saja angkanya belum masuk: komisi yang bisa diselamatkan lebih kecil daripada biaya pengelolaannya. Ambil setupnya saja, kelola sendiri pakai SOP, lalu hubungi lagi kalau volumenya naik.

Kirim nama hotel dan jumlah kamarnya

Sebutkan PMS dan channel aktif Anda. Kami balas dengan tool, biaya bulanan, dan komisi yang bisa ditahan.

Kirim halaman ini